
Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat penjualan sebuah produk, salah satu contoh faktornya adalah tampilan kemasan produk. Kalau ingin produk laku di pasaran maka harus membuat kemasan produk yang menarik.
Agar kemasan produk tampil menarik maka harus menggunakan jenis sablon plastik yang berkualitas dan cocok untuk kemasan produk. Pada artikel ini akan dijelaskan secara lengkap tentang jenis-jenis sablon yang dapat mempercantik kemasan produk.
Mengenal Jenis Sablon Plastik untuk Kemasan
Saat ini, memilih jenis sablon tidak begitu sulit karena ada berbagai macam pilihan sablon yang bisa digunakan. Dari sekian banyak jenis sablon yang ada saat ini hanya ada beberapa yang sering digunakan. Berikut ini beberapa contoh jenis sablon yang umumnya dipakai untuk kemasan produk.
Sablon Silkscreen
Sablon silkscreen merupakan jenis sablon yang dibuat menggunakan teknik cetak yang memakai screen untuk memindahkan tinta ke permukaan plastik. Jenis ini populer sekali di kalangan pelaku bisnis karena bisa diterapkan di berbagai jenis bahan dan mempunyai ketebalan tinta yang sangat bervariasi.
Selain itu, sablon silkscreen juga mempunyai daya tahan yang cukup baik dan awet sehingga cocok sekali dipakai untuk mencetak kemasan dalam jumlah yang sangat besar. Kalau ingin menggunakan sablon jenis ini harus bersabar karena proses pembuatan screen membutuhkan waktu yang cukup lama.
Selain itu, Anda juga harus mempersiapkan dana yang cukup banyak karena biaya awal pembuatan screen terbilang cukup mahal.
Sablon Digital
Sablon digital merupakan metode sablon yang paling praktis dan fleksibel. Sablon yang dibuat menggunakan metode ini akan dicetak secara langsung melalui file digital yang ada di perangkat komputer ke permukaan plastik memakai printer khusus.
Metode ini memungkinkan proses pencetakan gambar bisa dilakukan lebih detail dengan menggunakan banyak warna tanpa harus membuat screen atau layar. Sablon ini akan lebih efisien jika digunakan untuk cetak kemasan dalam jumlah yang kecil dengan desain kemasan yang kompleks.
Kalau mencetak dalam jumlah yang banyak sebaiknya jangan memakai metode ini karena biaya tinta terbilang relatif mahal. Selain itu, jenis tinta yang bisa digunakan juga sangat terbatas jadi harus lebih berhati-hati ketika memilih tinta yang akan digunakan.
Sablon Gravure
Sablon gravure merupakan metode pencetakan yang memakai cetakan dengan desain yang diukir ke dalam permukaan logam. Desain ini nantinya akan diisi dengan tinta khusus kemudian dicetak ke permukaan plastik.
Sablon ini mempunyai beberapa kelebihan yaitu cocok dipakai untuk membuat kemasan dalam jumlah besar, mempunyai hasil cetak yang berkualitas tinggi dan mampu menghasilkan warna yang cerah dan bisa bertahan lama.
Kalau ingin memakai sablon gravure sebaiknya persiapkan anggaran yang cukup besar karena peralatan untuk membuat cetakan cukup mahal. Kalau hanya ingin membuat kemasan dalam jumlah kecil sebaiknya jangan pilih sablon ini karena biaya pembuatannya tidak akan sebanding dengan keuntungan yang didapat dari penjualan produk.
Sablon Flexography
Sablon merupakan teknik sablon yang memakai cetakan khusus yang dibuat dari bahan fotopolymer atau elastomer yang dipasang pada silinder yang berputar. Umumnya teknik sablon ini dipakai pada kemasan plastik untuk botol, label atau kantong.
Kalau ingin meminimalisir biaya pembuatan kemasan plastik untuk produksi kemasan dalam skala besar maka cocok sekali memakai sablon ini karena proses pencetakannya cepat dan bisa mencetak desain di berbagai jenis plastik. Meskipun cepat dan efisien, namun jenis sablon plastik ini tidak terlalu diminati karena mesin sablon yang digunakan cukup sulit perawatan dan pengaturannya.
Sablon Hot Stamping
Hot stamping berbeda dengan jenis sablon lainnya. Jenis ini hanya cocok dipakai untuk mencetak perak, emas dan warna metalik lainnya, berbeda dengan jenis sablon lain yang bisa untuk semua jenis warna.
Kalau kemasan plastik memakai sablon ini nantinya mempunyai tampilan visual yang menarik dan terkesan mewah. Jika Anda ingin menjual produk premium atau ingin branding produk baru sebaiknya gunakan sablon ini. Tapi kalau ingin menggunakannya sebaiknya berhati-hati ketika memilih gambar, teks atau warna yang akan digunakan karena sablon ini tidak bisa dipakai untuk semua jenis gambar atau warna.
Faktor Penting yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Sablon Plastik
Saat Anda memilih sablon sebaiknya perhatikan beberapa faktor di bawah ini agar jenis sablon yang dipilih tepat bisa sesuai dengan kebutuhan atau anggaran yang dimiliki.
Bahan Plastik dan Jenis Produk
Dalam memilih sablon harus benar-benar memperhatikan bahan plastik yang akan dipakai. Setiap bahan plastik untuk kemasan, seperti LDPE, HDPE, PET, PVC atau bahan lainnya mempunyai karakteristik yang sangat berbeda, mulai dari kekuatan, daya serap tinta dan juga teksturnya.
Anda harus bisa memastikan teknik sablon yang dipakai bisa menempel dengan baik di permukaan bahan plastik dan tidak merusaknya. Contohnya, teknik sablon gravure cocok dipakai untuk bahan plastik yang tebal dan keras, sedangkan sablon digital bisa dipakai di berbagai jenis bahan.
Jumlah Produksi
Jumlah produksi akan sangat mempengaruhi jenis sablon yang Anda pilih. Kalau kemasan yang dibuat jumlahnya sangat banyak sebaiknya pilih sablon yang ekonomis dan efisien, seperti sablon gravure dan flexograph. Kedua jenis sablon ini bisa cocok untuk produksi besar karena biaya pembuatan screen atau plat bisa tersebar ke semua cetakan.
Kalau kemasannya hanya dibuat dalam jumlah yang kecil sebaiknya pilih sablon yang tidak membutuhkan banyak cetakan dengan biaya yang mahal. Untuk memenuhi kebutuhan pencetakan kemasan seperti ini yang cocok adalah digital printing.
Kualitas Gambar
Kualitas gambar yang diinginkan juga sangat mempengaruhi pemilihan jenis sablon. Kalau hanya menginginkan gambar kemasan yang sederhana dengan warna yang solid maka bisa menggunakan sablon yang tidak menggunakan teknologi terlalu canggih, contohnya flexography dan silkscreen.
Kalau kemasannya memiliki gambar yang rumit serta penuh dengan warna maka gunakanlah sablon yang bisa menghasilkan gambar dengan detail yang tinggi dan penuh warna, contohnya adalah gravure dan digital printing.
Biaya
Saat mengambil keputusan dalam menentukan jenis sablon harus memperhatikan anggaran yang dimiliki dan biaya produksi yang akan dikeluarkan. Kalau anggarannya tidak terlalu banyak sebaiknya pilih sablon yang tidak membutuhkan biaya tinggi untuk pembuatan pencetakan, contohnya digital printing.
Kalau ingin biaya pencetaknya tidak terlalu mahal sebaiknya pilih sablon silkscreen. Teknik ini biayanya jauh lebih murah dibandingkan digital printing kalau dipakai untuk pencetakan volume besar.
Efek Khusus
Anda juga harus memperhatikan efek khusus yang ditampilkan jenis sablon. Jika Anda mengharapkan kemasan produk yang dibuat mempunyai efek khusus, seperti efek emas, atau metalik maka pilihlah sablon yang bisa memberikan efek tersebut, contohnya hot stamping.
Kalau mengharapkan kemasan yang mempunyai detail rumit dengan warna yang beragam maka digital printing yang harus Anda pilih. Dengan memilih jenis sablon plastik yang tepat, Anda tidak hanya bisa mendapatkan kemasan produk sesuai keinginan tapi juga bisa menekan biaya produksi kemasan.
