
Dalam beberapa dekade terakhir, dunia mengalami perubahan yang cukup radikal dalam cara manusia mencari hiburan dan berbelanja. Kalau dulu berbelanja dilakukan secara fisik, sekarang sudah dilakukan secara online.
Begitu juga dengan mencari hiburan yang berubah ke ranah digital. Transisi ini memberikan dampak yang cukup besar pada kehidupan masyarakat yang berprofesi sebagai pelaku usaha atau konsumen. Untuk mengetahui apa saja dampaknya, lihat ulasan berikut ini.
Dampak Transisi Belanja dari Toko Fisik ke Toko Online

Ada banyak dampak yang dialami masyarakat ketika terjadi transisi gaya belanja dari offline ke online, contoh dampak-dampaknya bisa dilihat di bawah ini.
Pola Konsumsi Masyarakat Mengalami Perubahan
Dulu berbelanja identik dengan aktivitas yang dilakukan di luar rumah, seperti pergi ke toko atau ke mall untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Selain itu, belanja offline juga ditandai dengan aktivitas banyak orang di satu tempat, seperti aktivitas tawar-menawar harga barang di pasar tradisional.
Semenjak adanya layanan digital, masyarakat tidak lagi membeli barang di toko konvensional melainkan membelinya di e-commerce. Banyak masyarakat yang lebih memilih belanja di e-commerce karena lebih praktis dan lebih hemat waktu.
Masyarakat tidak perlu lagi naik kendaraan pergi ke toko atau ke mall untuk membeli barang. Masyarakat saat ini cukup menggunakan smartphone untuk berbelanja produk-produk kebutuhan hidup. Produk yang dapat dibeli di e-commerce merupakan produk-produk berkualitas yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Produk-produk yang tersedia di e-commerce selain berkualitas juga harganya murah sehingga masyarakat lebih suka menghabiskan waktu berbelanja di e-commerce dibandingkan di toko konvensional. Selain itu, platform e-commerce juga sudah menyediakan fitur-fitur canggih yang dapat mempermudah masyarakat dalam berbelanja.
Contohnya adalah fitur paylater yang bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan produk meskipun belum mempunyai uang.
Baca juga : Dampak Transisi Belanja Dan Hiburan ke Layanan Digital
Bisnis UMKM Berkembang Pesat
Selain mengubah pola konsumsi masyarakat, transisi belanja juga memberikan dampak yang cukup besar pada bisnis UMKM. Bisnis atau usaha kecil dan menengah yang sebelumnya sulit berkembang, sekarang mengalami perkembangan yang cukup pesat berkat adanya layanan digital.
Para pelaku usaha sekarang tidak hanya bisa menjual produknya di toko konvensional saja tetapi juga bisa menjualnya di toko online. Pelaku usaha bisa membuka toko sendiri di e-commerce untuk menawarkan produk atau jasa yang dijual.
Dengan memanfaatkan e-commerce, pelaku usaha bisa menjual produknya sampai ke luar negeri tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang besar. Selain itu, pelaku usaha juga tidak perlu repot-repot untuk mengantarkan produk ke konsumen karena ada jasa pengiriman yang bisa mengirim produk pesanan konsumen.
Perkembangan UMKM yang begitu pesat juga dipengaruhi platform media sosial yang ada saat ini. Pelaku usaha banyak yang memanfaatkan media sosial sebagai media promosi atau iklan jasa dan produk. Penggunaan media sosial ini bisa membantu pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan jumlah konsumen.
Dampak Transisi Hiburan dari Offline ke Online
Transisi hiburan dari media fisik ke layanan digital juga memunculkan banyak dampak untuk kehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa contoh dampak yang muncul akibat transisi ini.
Menurunnya Biaya Hiburan
Biaya yang harus dikeluarkan untuk hiburan sekarang jauh lebih murah. Dulu, masyarakat harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk menonton film di bioskop, contohnya untuk membeli tiket bioskop dan membeli cemilan. Kalau sekarang, biayanya jauh lebih murah karena nonton film sudah bisa dilakukan melalui aplikasi streaming film, seperti Netflix dan Vidio.
Menonton film di aplikasi tersebut bisa lebih murah dikarenakan masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli bensin, tiket bioskop atau cemilan. Masyarakat cukup duduk santai di rumah mengakses aplikasi untuk memilih film yang akan ditonton.
Selain itu, saat ini juga banyak aplikasi streaming lagu yang juga menghemat biaya hiburan. Berkat adanya aplikasi ini, masyarakat tidak perlu membeli MP3 player, CD atau DVD player, kaset dan CD jika ingin mendengarkan lagu. Masyarakat cukup menggunakan smartphone untuk mengakses aplikasi streaming lagu saat ingin mendengarkan musik atau lagu favorit.
Profesi dan Pekerjaan Lebih Beragam
Transisi hiburan juga mengakibatkan munculnya profesi yang lebih beragam. Semenjak hiburan offline menjadi online, mulai banyak bermunculan profesi-profesi baru yang digeluti oleh masyarakat. Salah satu contohnya adalah konten kreator.
Profesi sebagai konten kreator muncul akibat meningkatnya popularitas konten-konten digital yang dibagikan platform media sosial atau platform berbagi video, seperti Tik Tok dan Instagram. Profesi ini termasuk profesi yang sangat populer di masyarakat karena dapat menghasilkan banyak uang. Kalau sudah menjadi konten kreator yang terkenal, masyarakat bisa memperoleh uang ratusan juta dari satu konten saja.
Tantangan dalam Transisi Hiburan dan Belanja
Meskipun transisi hiburan dan belanja membawa banyak keuntungan untuk masyarakat tapi ternyata transisi ini juga membawa banyak tantangan. Berikut ini beberapa contoh tantangannya.
Kesenjangan Digital
Akses internet yang cepat tidak bisa dirasakan oleh semua orang, contohnya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Masyarakat di darah seperti ini mengalami kesulitan untuk memperoleh akses internet stabil dan cepat sehingga tidak bisa menggunakan layanan digital seperti masyarakat di daerah perkotaan. Kondisi ini memunculkan kesenjangan digital yang nantinya bisa menjadi ketimpangan sosial.
Keamanan Data
Hiburan dan belanja digital merupakan aktivitas yang mengharuskan pengguna untuk memberikan data pribadi ke platform digital, seperti data identitas diri, lokasi, preferensi dan riwayat pembelian. Informasi-informasi ini sangat rentan dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk digunakan sebagai alat kejahatan cyber.
Kesehatan Fisik dan Mental
Meskipun hiburan dan belanja online dapat membuat hati merasa senang, tapi ternyata juga bisa menyebabkan kecanduan, gangguan kesehatan fisik dan mental. Kondisi ini terjadi karena pengguna jarang melakukan aktivitas fisik karena terlalu asyik di depan layar smartphone.
Frequently Asked Questions
- Apakah belanja online jauh lebih murah dibandingkan belanja online?
Belanja online biayanya lebih murah ketika belanja dilakukan saat ada promo di e-commerce.
- Bagaimana cara mengamankan data pribadi ketika menonton atau berbelanja online?
Caranya adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor dan menggunakan kata sandi yang kuat.
- Apakah konsumsi hiburan online memberikan dampak negatif untuk anak-anak?
Hiburan online bisa memberikan dampak negatif apabila tidak dijaga secara ketat oleh orang tua, contohnya membatasi konten-konten yang diakses atau membatasi waktu layar.
- Apa dampak transisi belanja online untuk UMKM?
Dampaknya adalah UMKM dapat berkembang dengan pesat dan mampu meraup keuntungan yang banyak.

















